Senin, 27 JULI 2026 • 23:44 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Agama

Author

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Tgk Chik Lambada Lhok, Aceh Besar. (Dok : Kemenag Aceh)
ACEH -
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., mengingatkan pentingnya pendidikan agama dan pembinaan moral dalam keluarga sebagai fondasi utama membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai keagamaan tidak hanya melahirkan pribadi berakhlak, tetapi juga menjadi kunci terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Pesan tersebut disampaikan Azhari saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Tgk Chik Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (24/7/2026). Khutbah itu juga menjadi refleksi atas peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati sehari sebelumnya, 23 Juli 2026.

Dalam khutbahnya di masjid yang menjadi salah satu bangunan yang selamat dari bencana tsunami 26 Desember 2004, Azhari menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam menjaga moral anak-anak, terutama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.

“Ini juga sekaligus benteng pertahanan moral bagi generasi muda di era digital saat ini,” tegasnya.

Di hadapan ratusan jemaah, Azhari menguraikan pentingnya membangun ketahanan keluarga berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan sosial yang kini semakin kompleks.

Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama seorang anak belajar mengenal nilai-nilai agama, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional, Pemko Banda Aceh Perkuat Komitmen Bangun Generasi Berkualitas

“Untuk itu, peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus harus terus menerus kita aktualkan. Keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak, baik dalam pembentukan akhlak, keimanan, maupun kepribadian. Dari keluargalah seorang anak pertama kali mengenal nilai-nilai Islam dan kehidupan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kualitas masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial. Karena itu, keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kokoh, sedangkan rapuhnya ketahanan keluarga akan berdampak pada berbagai persoalan sosial.

Azhari juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti pengaruh negatif media sosial dan pergaulan bebas. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting untuk membangun suasana religius di rumah melalui pembiasaan ibadah dan penanaman nilai-nilai Islam sejak dini.

“Untuk menangkal hal tersebut, orang tua diimbau agar kembali menghidupkan suasana religius di rumah tangga masing-masing, mulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan mengucapkan salam, berdoa sebelum beraktivitas, hingga mendidik anak mencintai ibadah sejak usia dini,” pesannya.

Azhari menegaskan, upaya tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan setiap orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.

“Ayat ini menjadi pengingat tegas bahwa orang tua memikul tanggung jawab besar di hadapan Allah SWT untuk menyelamatkan anggota keluarga melalui pendidikan tauhid, ibadah, dan akhlak mulia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU