Selasa, 28 JULI 2026 • 21:23 WIB

Eks Terminal Keudah Akan Jadi Pusat Transportasi dan Kawasan Komersial Modern

Author

Wali Kota Banda Aceh bersama Kepala Dinas Perhubungan meninjau kawasan eks Terminal Keudah yang mulai ditata menjadi ruang publik sekaligus kawasan strategis untuk investasi. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menata kawasan eks Terminal Keudah agar menjadi kawasan yang lebih tertata, produktif, dan memiliki nilai ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Syaifuddin Ambia, saat mendampingi Wali Kota Banda Aceh meninjau lokasi eks terminal tersebut, Sabtu (25/7/2026).

Ambia menjelaskan, rencana pengembangan kawasan itu sebenarnya telah disiapkan sejak 2015 dengan konsep mixed-use development atau penggunaan lahan campuran.

“Dalam konsep awal, kawasan ini dirancang memiliki tujuh lantai, terdiri atas dua lantai basement untuk terminal, serta fasilitas komersial seperti pusat perdagangan dan hotel,” katanya.

Selain menjadi kawasan komersial, Pemko Banda Aceh juga merencanakan eks Terminal Keudah sebagai pusat transportasi terpadu. Kawasan tersebut nantinya akan berfungsi sebagai titik transit angkutan umum sekaligus layanan feeder yang menghubungkan berbagai wilayah di Kota Banda Aceh.

Namun, menurut Ambia, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena belum adanya investor yang sesuai. Karena itu, penataan kawasan dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya tarik lokasi tersebut bagi calon investor.

“Dulu kita sudah mencari investor, tapi permasalahan belum memungkinkan. Sekarang kawasan ini kita bersihkan terlebih dahulu agar lebih menarik. Insyaallah ke depan lokasi ini akan menjadi kawasan yang lebih representatif dan diminati investor,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Lebaran, Illiza Sa’aduddin Djamal Tinjau Posko Mudik di Terminal Tipe A Batoh

Ia menilai eks Terminal Keudah memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya potensial untuk dikembangkan. Selain berada di lokasi yang strategis, kawasan tersebut juga berdekatan dengan Masjid Raya Baiturrahman, kawasan perdagangan Peunayong, serta menghadap ke Krueng Aceh. Luas lahannya pun mencapai sekitar 11.717 meter persegi.

Selama proses penataan berlangsung, kawasan itu akan dipagari sementara dan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun penyelenggaraan event yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Nanti seluruh kawasan akan dipagar sementara dan dijadikan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan atau event yang berdampak bagi perekonomian masyarakat, sekaligus memberi kesempatan kepada investor untuk mengembangkan eks Terminal Keudah tersebut,” tegas Ambia.

Ia berharap penataan kawasan eks Terminal Keudah dapat menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan aset daerah, menghadirkan ruang publik yang representatif, sekaligus membuka peluang investasi guna mendukung pengembangan kawasan perkotaan di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU