ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mendorong peran strategis mahasiswa dalam mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Hal tersebut disampaikan M. Nasir saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Universitas Syiah Kuala (USK) yang berlangsung di Aula Utama Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa (6/1/2026).
Dalam pemaparannya, M. Nasir mengapresiasi langkah USK yang menurunkan ratusan mahasiswa KKN ke wilayah terdampak bencana. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang dapat berperan sebagai informan sekaligus penggerak di lapangan.
“Harapannya, mahasiswa ini bisa menjadi informan di lapangan. Jika ada kendala, terutama terkait distribusi logistik, segera laporkan ke posko supaya bisa langsung ditangani,” ujar M. Nasir.
Sekda juga berpesan agar program kerja KKN diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat terdampak, seperti gotong royong pembersihan lingkungan, pengolahan air bersih, kegiatan psikososial untuk pemulihan trauma, serta pelayanan kesehatan bagi warga.
Baca juga: Sekda Aceh Terjebak Longsor di Gayo Lues Saat Antar Bantuan
Lebih lanjut, M. Nasir memaparkan kondisi kebencanaan terkini di Aceh. Ia menyebutkan bahwa di sejumlah desa, kerusakan akibat bencana tergolong parah dan masif. Meskipun masa tanggap darurat telah berakhir, penanganan darurat seperti distribusi logistik dan pemulihan akses ke desa-desa terisolir masih terus dilakukan hingga saat ini.
Selain itu, M. Nasir menjelaskan bahwa Aceh kini berada pada status bencana provinsi dengan penanganan nasional dan telah memasuki tahap transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah Aceh juga tengah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang akan menjadi pedoman pelaksanaan rehab-rekon ke depan.
Di akhir pemaparannya, Sekda Aceh mendorong mahasiswa peserta KKN agar benar-benar hadir dan menyatu dengan masyarakat di wilayah terdampak. Ia berharap program KKN Tematik Kebencanaan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata serta membantu meringankan beban masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Aceh