ACEH - Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali melakukan penyegaran di lingkungan birokrasi kampus melalui pelantikan sejumlah pejabat administrator dan pengawas, Selasa (12/5/2026). Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mukhlis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan universitas, para dekan, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Malikussaleh.
Adapun pejabat yang dilantik di antaranya Rosmanita, MH sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Teknik, Muzakkir, S.Sos sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dedy Nurdiansyah, MM sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ricky Agusfidar, MSM sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Hukum, Muslina, SP sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Pertanian, Ismail, MSM sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Kedokteran, M. Yani Rizal, MSM sebagai Kepala Bagian Umum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fadhal Fajri, SE sebagai Kepala Subbagian Umum pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Dalam sambutannya, Mukhlis menegaskan bahwa rotasi dan pergantian jabatan di lingkungan kampus merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.
“Pergantian pimpinan pada jabatan administrator adalah hal biasa untuk meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan, khususnya yang dilantik hari ini,” katanya.
Baca juga: Pemerintah Aceh Perkuat Birokrasi, Sekda Lantik Sejumlah Pejabat Administrator
Ia menjelaskan bahwa pejabat administrator dan pengawas di perguruan tinggi negeri memiliki tanggung jawab besar karena pengangkatannya dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri, bukan keputusan rektor. Karena itu, seluruh pejabat yang baru dilantik diminta bekerja secara profesional dan memahami aturan yang berlaku.
Mukhlis juga menyoroti pentingnya peran Kepala Bagian Umum (KBU) sebagai ujung tombak pelayanan di setiap fakultas. Menurutnya, KBU bertanggung jawab terhadap pelayanan akademik, tata usaha, kepegawaian, hingga pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
“KBU adalah penggerak layanan di unit kerja. Jangan sampai pelayanan kepada mahasiswa terhambat hanya karena masalah kecil,” ungkapnya.
Ia turut mengingatkan seluruh jajaran agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan sivitas akademika. Menurutnya, citra kampus saat ini sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan administrasi yang diberikan.
“Jangan sampai mahasiswa menulis keluhan karena proses surat menyurat terlalu lama. Hal-hal kecil seperti itu bisa berdampak besar terhadap citra kampus,” tuturnya.
Selain itu, Mukhlis menyampaikan bahwa pengelolaan administrasi dan pelaporan di perguruan tinggi kini semakin kompleks, mulai dari audit Kantor Akuntan Publik (KAP), Inspektorat Jenderal, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski demikian, ia menyebutkan bahwa laporan keuangan Unimal kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Pada kesempatan tersebut, Mukhlis juga mendorong tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensi akademik melalui pendidikan lanjutan. Menurutnya, berbagai program beasiswa masih tersedia bagi pegawai yang ingin melanjutkan studi magister maupun doktoral.
“Silakan melanjutkan studi, tetapi jangan meninggalkan tugas utama sebagai pelayan akademik,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UNIMAL